•Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara
PKG 2025: Kepemimpinan Daerah Mengantar Maluku Utara Peringkat Ke-4 Nasional
Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan MasyarakatOleh Riskal Muslim • 02 Jan 2026
Capaian Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Provinsi Maluku Utara Tahun 2025 menandai tonggak penting dalam kepemimpinan pembangunan kesehatan daerah. Berdasarkan data nasional, Maluku Utara berhasil menempati peringkat ke-4 nasional dengan capaian sekitar 39,6 persen, sekaligus melampaui target nasional sebesar 36 persen. Prestasi ini menempatkan Maluku Utara sejajar dengan provinsi-provinsi besar dan lebih maju secara struktural, seperti DKI Jakarta dan Jawa Tengah.
Pencapaian tersebut bukan sekadar keberhasilan teknis program kesehatan, melainkan cerminan kuat dari kepemimpinan daerah yang bekerja secara nyata. Di tengah tantangan geografis sebagai wilayah kepulauan—dengan sebaran penduduk yang terpencar, keterbatasan transportasi, dan akses layanan yang tidak selalu mudah—Maluku Utara mampu membuktikan bahwa kepemimpinan yang solid, konsisten, dan kolaboratif mampu mengubah keterbatasan menjadi kekuatan.
Keberhasilan PKG 2025 menunjukkan adanya orkestrasi kepemimpinan dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Konsistensi kebijakan, keberanian mengambil keputusan strategis, serta kemampuan menggerakkan seluruh perangkat daerah menjadi faktor kunci. Kepala daerah tidak hanya berperan sebagai penentu arah kebijakan, tetapi juga sebagai penggerak lintas sektor yang mampu menyatukan dinas kesehatan, puskesmas, pemerintah desa, hingga tokoh masyarakat dalam satu tujuan bersama.
Lebih jauh, capaian ini menegaskan bahwa wilayah kepulauan dapat unggul dalam kebijakan kesehatan preventif apabila diberi ruang adaptasi lokal. Pelayanan yang fleksibel, pendekatan berbasis komunitas, serta pemanfaatan momentum sosial dan kultural masyarakat terbukti efektif meningkatkan partisipasi warga. Puskesmas diberi ruang untuk berinovasi, sementara pemerintah daerah memastikan dukungan kebijakan dan koordinasi lintas sektor berjalan secara berkelanjutan.
Jika dibandingkan dengan kondisi nasional, capaian Maluku Utara menjadi refleksi penting. Sejumlah provinsi dengan kapasitas fiskal dan infrastruktur lebih kuat justru belum mencapai target nasional. Hal ini mempertegas bahwa keberhasilan kebijakan tidak ditentukan oleh besarnya sumber daya semata, tetapi oleh kepemimpinan implementatif, kemampuan mobilisasi masyarakat, dan integrasi program dengan agenda sosial daerah.
Dari sisi masyarakat, PKG 2025 juga menunjukkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan pemerintah. Tingginya rasio warga yang mendaftar dan benar-benar diperiksa menandakan bahwa layanan telah siap, dan masyarakat merespons positif ketika kepemimpinan daerah hadir secara nyata.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara memandang capaian peringkat ke-4 nasional ini sebagai modal strategis sekaligus tanggung jawab besar. Ke depan, tantangan tidak lagi sekadar mengejar angka cakupan, tetapi memastikan keberlanjutan, kualitas layanan, dan pemerataan manfaat PKG di seluruh kabupaten/kota.
PKG 2025 telah membuktikan bahwa kepemimpinan daerah adalah kunci utama keberhasilan. Dengan komitmen bersama Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, serta dukungan DPRD dan seluruh pemangku kepentingan, PKG diharapkan terus menjadi warisan kepemimpinan kesehatan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Maluku Utara, hari ini dan di masa depan.